Oleh : Destano Anugrahnu, SH
Jika kita bicara tentang orang muda tentu kita akan terpikir sekumpulan manusia yang sedang dalam keadaan labil, alay, berpenampilan narsis untuk memperoleh pujian dari sesama bahkan lawan jenis, itu mungkin tidaklah mutlak keliru karena banyak orang muda memang tidak kita pungkiri demikian adanya, tapi jika kita sedikit melebarkan pandangan kita, banyak orang muda di dunia ini yang peranannya cukup dperhitungkan keberadaanya, sebut saja salah satunya pendiri dari salah satu media sosial yakni "facebook" beliau adalah salah satu orang muda, jadi dari hal ini kita dapat menyimpulkan jika orang muda mampu menjadi salah sattu pihak yang diperhitungkan, hanya saja mungkin banyak diantara orang muda yang potensial tersebut tidak memiliki kesempatan, dan berada pada keadaan yang tidak seberuntung lainnya yang berkesempatan mengembangkan bakat dan kemampuannya.
Di daerah saya Barito Timur seorang anak muda baru dikatakan berhasil atau sukses saat dia bisa menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), lantas bagi kami atau mereka yang belum menjadi PNS bagaimana nasibnya?yah seperti ini lah paradima yang masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kami disana, kami bukannya tidak pernah mencoba menyadarkan masyarakat bahwa pemahaman ini adalah keliru, sampai hari ini kami terus mendorong agar seorang pemuda seharusnya didorong berwiraswasta bukan PNS saudaraku, karena salah satu penyumbang besarnya pengeluaran daerah dan Negara ini adalah penggajihan atas PNS, kami sadar meski secara history garis keturunan moyang aau suku orang dayak maanyan bukan seorang pedagang atau wiraswasta yang ulung, namun kami sebagai orang muda yang sadar bahwa kami tidak boleh menyerahkan atau memasung masa depan generasi muda suku kami dengan kebiasaan dan paradigma lawas yang sudah mengakar dalam suku kami, kalaupun kami bukan pedagang kami yakin ada bagian lain yang boleh menjadi keahlian kami contoh seperti, pengacara, kontaktor, pengusaha karet (komoditas andalan daerah kami) dan lain sebagainya nantinya,
Dari hari ini dan nanti kami generasi muda maanyan akan terus mendobrak kebiasaan ini, kami sadar keluar dari zona nyaman itu beresiko tapi terus diam terpasung dalam kebiasaan buruk ini jauh lebih berbahaya, kami tidak ingin generasi muda maanyan selalu menjadi generasi kacungan, yang berharap makan dari keringat rakyat/orng lain,
Demikian tulisan dari anak pelosok ini, salam joeang dari Politisi Muda Jalanan Maanyan.

