Selasa, 03 Oktober 2017

MAHASISWA HARUS BAGAIMANA




Oleh : Destano Anugrahnu
            Universitas Palangka Raya adalah salah satu Perguruan Tinggi tertua & terbesar  yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah kota Palangka Raya, yang mana setiap 2 kali per tahunnya selalu mengeluarkan lulusan tidak pernah kurang dari ribuan wisudawan/wisudawati, oleh karena itu Perguruan Tinggi ini menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit siswa menengah atas yang akan melanjutkan pendidikannya ke tahap perkuliahan di Kalimantan Tengah.
            Ditengah begitu digemarinya lembaga pendidikan ini masih tersisa berjibun masalah klasik rumah tangga yang tersisa dalam wadah pendidikan ini, dari masalah biaya kuliah, korupsi anggaran, suap, jual beli nilai & tugas akhir seakanpun sulit dibendung, bahkan akhir-akhir ini banyak opini nakal beredar berkaitan masalah “dinasti kekuasaan”.
            Sejak 19 juli 2017 lalu tahapan pemilihan pucuk pimpinan tertinggi lembaga pendidikan ini sudah ramai diperbincangkan karena keberlanjutan nahkoda Univeristas ini sedang dalam pembahasan ada enam calon yang sudah mendaftarkan diri, kegaduhan publik muncul ditambah lagi mundurnya sang petahana UPR, apa yang terjadi? apakah ini strategi mundur satu langkah untuk ambil ancang-ancang supaya bisa lebih dahulu mencapai finish menggunakan “kuda yang lebih segar”, lantas apa yang bisa mahasiswa lakukan dalam masalah ini?
            Organisasi kemahasiswaan Universitas ini beberapa bulan yang lalu memang telah melakukan aksi yang luar biasa menjadi obrolan khalayak ramai yakni aksi 10 april 2017 lalu ada banyak tuntutan yang mereka sampaikan mulai dari transfaransi masalah anggaran, tidak percayanya lagi organisasi mahasiswa dengan pimpinan Universitas sampai peninjauan mahalnya biaya kuliah, pro dan kontra terjadi banyak yang bersimpati atas aksi ini sebagai bukti idealisme mahasiswa itu masih terpampang nyata namun tidak sedikitpula yang ikut menuding aksi ini tidak terlepas jelang pemilihan pucuk pimpinan lembaga tertinggi pendidikan ini, hal ini tentu sangat sulit dipahami bagi mahasiswa di akar rumput dua opini yang beredar ini serba membingungkan.
            Atas permasalahan ini Mahasiswa tentunya harus mampu menjawab semua tudingan publik, bersihkan semua pengurus yang ada terindikasi memiliki kepentingan baik di internal kampus maupun eksternal kampus, jangan berikan tempat bagi mereka yang ikut dan berperan aktif dalam Organisasi sayap-sayap partai karena mereka tentunya akan mendapat pesanan dari masing-masing lembaganya, tetap menjaga nama baik Mahasiswa karena kaum inilah yang konon pemilik idealisme itu, tetap sebagai polisi moral penyuara parlemen jalanan karena history Republik ini pernah tertulis jika ditangan Mahasiswa lah perubahan besar terjadi, mulailah menghadirkan perubahan itu di lingkungan kampus kebanggaan kita ini, jangan sampai terbeli kepentingan saat kaum cendikiawan idealis ini sudah terbeli masyarakat kelas bawah akan kehilangan teman berjuang. Awasi pemilihan tampuk pimpinan UPR kita ini, ini saat titik balik menghadirkan pemimpin yang melayani dan membawa UPR sebagai kampus yang lebih berintegritas, berkualitas dan transfaran, di bahu kalianlah perubahan sistem pendidikan di tingkat perkuliahan masyarakat Kalimantan Tengah ini maju, mundur atau diam di tempat.
*Ketua Himpunan Pemuda & Mahasiswa Kabupaten Barito Timur di Palangkaraya   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar