Oleh : Destano
Anugrahnu, S.H
Setiap orang yang
merasa ada keterpanggilan dan
kepentingan yang serupa yang perlu disuarakan secara bersama tentu
mereka akan memilih untuk berhimpun dan berkumpul dalam suatu lembaga yang
sering disebut organisasi, dalam wadah tersebut tentu juga disepakati Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai panduan bersikap anggotanya,
serta mencantumkan dasar serta tujuan dari Organisasi tersebut, karena jelas
disadari dengan menyuarakan secara bersama akan lebih rasional dan cepat
tentunya mendapat tanggapan dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan dengan
setiap kepentingan, tuntutan dan keinginan yang diperjuangkan orang-orang
tersebut, tentu tidak ada yang salah dengan semangat berorganisasi ini karena
baik secara filosofi kita sebagai orang yang menganut dan mengamalkan budaya
timur serta sudah menjadi ciri khas bangsa kita budaya gotong royong yang
intinya memuat kebersamaan yang itu juga tergambarkan dalam berorganisasi, dan
jika dilihat dari sisi yuridis semangat ini juga tidak ada yang melanggar
aturan, karena Konstitusi kita Undang-Undang Dasar juga sudah mengamanatkan hal
tersebut secara tersurat dalam Pasal 28 nya.
Namun perkembangan
zaman ternyata juga membuat organisasi lebih dari suatu wadah memperjuangkan
hak-hak sesuai visi dan misi serta kepentingan anggota-anggota dari organisasi
tersebut. Hari ini banyak organisasi berevolusi menjadi wadah menyuarakan
kepentingan-kepentingan penguasa atau kaum kapitalis yang ingin berkuasa sehingga
ada pembiasan dari tujuan awal pembentukan organisasi tersebut.
Dan yang lebih amat
disayangkan hari ini juga justru semakin banyak organisasi baik yang berlebel
Kepemudaan, olahraga, agama dan lainnya, yang mana salah satu sumber
anggarannya dibebankan pada Negara tetapi justru sudah terkontaminasi dengan
kepentingan kaum elit, jika sudah demikian bisakah masih kita berharap banyak
dari organisasi-organisasi plat merah
tersebut.
Semangat kebersamaan,
semangat idealis dan sportifitas, semangat
kompetisi dengan kualitas, semangat sebagai polisi moral dan fungsi kontrol
dari penguasa pun kini semakin terkikis dari nilai-nilai yang seharusnya
ditanamkan dari organisasi, semua kegiatan yang dilaksanakan tak lebih dari
pesanan-pesanan mereka yang berkepentingan
yang ingin menaikan elektabilitas dan popularitas, inilah fakta pengingkaran
oleh kepentingan yang amat kejam hari ini terjadi bahkan sudah berapiliasi ke
semua lini kehidupan kita. Sekian & terimakasih.
*Pemuda
asal Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar