Jumat, 10 November 2017

ORGANISASI PLAT MERAH



Oleh : Destano Anugrahnu, S.H
         
Setiap orang yang merasa ada keterpanggilan dan  kepentingan yang serupa yang perlu disuarakan secara bersama tentu mereka akan memilih untuk berhimpun dan berkumpul dalam suatu lembaga yang sering disebut organisasi, dalam wadah tersebut tentu juga disepakati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai panduan bersikap anggotanya, serta mencantumkan dasar serta tujuan dari Organisasi tersebut, karena jelas disadari dengan menyuarakan secara bersama akan lebih rasional dan cepat tentunya mendapat tanggapan dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan dengan setiap kepentingan, tuntutan dan keinginan yang diperjuangkan orang-orang tersebut, tentu tidak ada yang salah dengan semangat berorganisasi ini karena baik secara filosofi kita sebagai orang yang menganut dan mengamalkan budaya timur serta sudah menjadi ciri khas bangsa kita budaya gotong royong yang intinya memuat kebersamaan yang itu juga tergambarkan dalam berorganisasi, dan jika dilihat dari sisi yuridis semangat ini juga tidak ada yang melanggar aturan, karena Konstitusi kita Undang-Undang Dasar juga sudah mengamanatkan hal tersebut secara tersurat dalam Pasal 28 nya.
Namun perkembangan zaman ternyata juga membuat organisasi lebih dari suatu wadah memperjuangkan hak-hak sesuai visi dan misi serta kepentingan anggota-anggota dari organisasi tersebut. Hari ini banyak organisasi berevolusi menjadi wadah menyuarakan kepentingan-kepentingan penguasa atau kaum kapitalis yang ingin berkuasa sehingga ada pembiasan dari tujuan awal pembentukan organisasi tersebut.
Dan yang lebih amat disayangkan hari ini juga justru semakin banyak organisasi baik yang berlebel Kepemudaan, olahraga, agama dan lainnya, yang mana salah satu sumber anggarannya dibebankan pada Negara tetapi justru sudah terkontaminasi dengan kepentingan kaum elit, jika sudah demikian bisakah masih kita berharap banyak dari organisasi-organisasi plat merah tersebut.
Semangat kebersamaan, semangat idealis  dan sportifitas, semangat kompetisi dengan kualitas, semangat sebagai polisi moral dan fungsi kontrol dari penguasa pun kini semakin terkikis dari nilai-nilai yang seharusnya ditanamkan dari organisasi, semua kegiatan yang dilaksanakan tak lebih dari pesanan-pesanan mereka yang berkepentingan  yang ingin menaikan elektabilitas dan popularitas, inilah fakta pengingkaran oleh kepentingan yang amat kejam hari ini terjadi bahkan sudah berapiliasi ke semua lini kehidupan kita. Sekian & terimakasih.     
*Pemuda asal Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar