Kabupaten Barito Timur merupakan kabupaten hasil pemekaran
dari Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2002 berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2002
tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan,
Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten
Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur. Ibukota kabupaten ini berada di Kota
Tamiang Layang, dimana tanggal 8 Agustus menjadi hari jadi kabupaten ini.
Kabupaten Barito Timur secara astronomis terletak di 102’
Lintang Utara dan 205’ Lintang Selatan serta 1140-1150
Bujur Timur. Dimana pada bagian selatan, utara dan barat berbatasan dengan
Kabupaten Barito Selatan, pada bagian timur berbatasan dengan wilayah Propinsi
Kalimantan Selatan. Luas wilayah kabupaten ini adalah sekitar 3.013 km2
Berdasarkan catatan sejarah, wilayah Kabupaten Barito Timur
termasuk di dalam wilayah Kerajaan Banjar hingga tahun 1860. Dimana sebelum
traktat yang terjadi antara Raja di Kalimantan dengan VOC-Belanda, Barito Timur
(Tamiang Layang) merupakan salah satu daerah inti dari Kerajaan Banjar. Hal ini
berlangsung hingga dihapuskannya Kerajaan Banjar oleh Hindia Belanda pada tahun
yang sama.
Sebagian topografi wilayah Kabupaten Barito Timur adalah
dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 50 sampai dengan 100 meter mdpl
serta daerah perbukitan seperti yang terdapat di Kecamatan Awang dan Kecamatan
Patangkep Tutui. Salah satu ciri khas yang mencolok di kabupaten ini adalah
tidak adanya sungai besar di wilayah Barito Timur. Secara administratif,
kabupaten ini membawahi 10 Kecamatan yang masing-masingnya terbagi menjadi 103
des/kelurahan termasuk didalamnya Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).
Kekayaan alam yang terkandung di dalam wilayah hukum
kabupaten Barito Timur tidak bisa di pungkiri dan sangat beragam sebagai bukti
karunia Tuhan Yang Maha Esa di bumi Jari Janang Kalalawah ini, yang dapat
menjadi penunjang penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak di Kabupaten
ini, oleh karena itu pengelolaan harus dilakukan dengan profesional guna dapat
memberikan nilai tambah secara nyata bagi perekonomian daerah dalam usaha
mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.
Hari ini meskipun Kabupaten Barito Timur tergolong sebagai
Kabupaten yang baru di Kalimantan Tengah pasca pemekaran namun bukan berarti
bisa membuat para aparatur Negaranya bisa bersantai saja melainkan membuat
pekerjaan rumah tetap bagi mereka guna memacu minat para investor dalam
menghidupkan geliat perekonomian dari Kabupaten ini, kerja keras jajaran
eksekutif maupun legislatif serta upaya dan usaha semua lapisan masyarakat dan
steakholder di Kabupaten Barito Timur itu sedikit demi sedikit mulai dilirik
pihak investor, hal ini dapat kita lihat dari banyaknya menjamur dan membukanya
berbagai anak perusahaan badan usaha
yang saat ini di Barito Timur, baik yang bergerak di bidang pertambangan maupun
perkebunan. Seharusnya menjamurnya berbagai macam badan usaha ini dapat
membantu roda perekonomian yang ada di Kabupaten Barito Timur serta
menggerakkan pembangunan berbagai infrastrukturnya, serta memperbaiki taraf
hidup masyarakatnya.
Namun justru hari ini ada banyak kebingungan dan pertanyaan
yang terbersit dan melanda masyarakat Barito Timur kenapa demikian?hal ini
karena sejauh ini belum ada implikasi nyata kehadiran berbagai macam badan
usaha di bumi jari janang kalalawah ini, dari sisi taraf hidup masyarakat yang
mayoritas bekerja sebagai penyadap karet justru menyudutkan mereka, badan usaha
bersama pemerintah belum mampu menghadirkan win win solution bagi
masyarakatnya, dan kalaupun ada penyerapan tenaga kerja oleh bermacam badan
usaha itu hanya musiman saja yang tidak bersifat tetap ditambah lagi belum
mampu memompa roda perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten ini. Justru
yang ada hanya oknum yang mempunyai pengaruh di kabupaten ini yang taraf
perekonomiannya bersama keluarga dan koleganya yang membaik, hal ini yang
membuat banyak masyarakat Barito Timur
merasa semangat pemekaran yang di gembar gemborkan dahulu kala sudah terjadi
ketidaksesuaian dan pengkhianatan para oleh pemangku jabatan dan amanat rakyat.
Ditambah lagi berbagai macam situasi dan kondisi yang alih-alih memperbaiki
perekonomian masyarakat Barito Timur tapi justru mendatangkan masalah bagi
keberlanjutan kehidupan masyarakatnya, sebagai contoh nyata di bidang
pertambangan ada banyak perusahaan yang melakukan pencemaran dibidang
lingkungan hidup dalam kegiatan usahanya serta mengabaikan kepentingan hajat
hidup orang banyak, adapun dibidang perkebunan ada banyak permasalahan terjadi
tumpang tindih lahan, dibidang tenaga kerjanya
upah dan penghidupan yang sangat belum layak dan belum sesuai
sebagaimana semangat dunia tenagakerja kita saat ini yang mengatakan “mari kita
memanusiakan manusia para tenaga kerja kita”, dan ditambah lagi dari jajaran eksekutif serta
legislatifnya kurang mendapat perhatian, penanganan dan pengawasan yang ketat
bahkan ada indikasi berbau pembiaran yang dilakukan, sehingga seolah-olah sudah
terjadi perkawinan dan persekutuan antara pemangku kebijakan dan kaum pemodal
di Kabupaten ini. Di tambah lagi hari ini mata pencarian masyarakat Barito
Timur sebagai penyadap karet yang mengalami keanjlokan nilainya, yang membuat
taraf pendapatan dan penghidupan masyarakatnya yang sangat morat marit.
Namun masyarakat Barito Timur hari ini tidak pernah
kehilangan keyakinan untuk tetap percaya dan menaruh harapan besar di
tangan pemerintahnya beserta pembuat
regulasi untuk kedepannya membawa kemajuan yang bermuara pada kesejahteraan dan
peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Kepercayaan masyarakat Barito Timur
selama ini sedikit demi sedikit sekarang coba dijawab jajaran pemangku
kebijakan yang ada di Kabupaten bumi jari janang kalalawah ini, sebagai salah
satu contoh kecil yang nyata akan hal tersebut adalah jika beberapa waktu yang
dulu laporan keuangan Kabupaten Barito Timur selalu mendapat status disclaimer
sekarang naik dua (2) tingkat menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang mana
artinya ada upaya perbaikan dibidang perekonomian Kabupaten ini, hal ini jelas
membawa angin segar bagi masyarakat Barito Timur kedepannya, dan harapan
masyarakat yang ditunggu-tunggu nantinya adalah akan ada realisasi pembangunan
yang nyata bagi masyarakat Barito Timur yang bisa di nikmati guna kesejahteraan
nantinya, baik itu infrastrukturnya, taraf hidup dan pendapatan masyarakatnya,
dan faktor lainnya yang menjadi penunjang dan pendukung upaya reformasi
kemajuan dan kesejahteraan di bumi jari janang kalalawah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar