Rabu, 04 Oktober 2017

Merefleksikan Pembangunan Kabupaten Barito Timur (dari sisi Perekonomian)




Kabupaten Barito Timur merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2002 berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur. Ibukota kabupaten ini berada di Kota Tamiang Layang, dimana tanggal 8 Agustus menjadi hari jadi kabupaten ini.
Kabupaten Barito Timur secara astronomis terletak di 102’ Lintang Utara dan 205’ Lintang Selatan serta 1140-1150 Bujur Timur. Dimana pada bagian selatan, utara dan barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan, pada bagian timur berbatasan dengan wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Luas wilayah kabupaten ini adalah sekitar 3.013 km2
Berdasarkan catatan sejarah, wilayah Kabupaten Barito Timur termasuk di dalam wilayah Kerajaan Banjar hingga tahun 1860. Dimana sebelum traktat yang terjadi antara Raja di Kalimantan dengan VOC-Belanda, Barito Timur (Tamiang Layang) merupakan salah satu daerah inti dari Kerajaan Banjar. Hal ini berlangsung hingga dihapuskannya Kerajaan Banjar oleh Hindia Belanda pada tahun yang sama.
Sebagian topografi wilayah Kabupaten Barito Timur adalah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 50 sampai dengan 100 meter mdpl serta daerah perbukitan seperti yang terdapat di Kecamatan Awang dan Kecamatan Patangkep Tutui. Salah satu ciri khas yang mencolok di kabupaten ini adalah tidak adanya sungai besar di wilayah Barito Timur. Secara administratif, kabupaten ini membawahi 10 Kecamatan yang masing-masingnya terbagi menjadi 103 des/kelurahan termasuk didalamnya Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).
Kekayaan alam yang terkandung di dalam wilayah hukum kabupaten Barito Timur tidak bisa di pungkiri dan sangat beragam sebagai bukti karunia Tuhan Yang Maha Esa di bumi Jari Janang Kalalawah ini, yang dapat menjadi penunjang penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak di Kabupaten ini, oleh karena itu pengelolaan harus dilakukan dengan profesional guna dapat memberikan nilai tambah secara nyata bagi perekonomian daerah dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.
Hari ini meskipun Kabupaten Barito Timur tergolong sebagai Kabupaten yang baru di Kalimantan Tengah pasca pemekaran namun bukan berarti bisa membuat para aparatur Negaranya bisa bersantai saja melainkan membuat pekerjaan rumah tetap bagi mereka guna memacu minat para investor dalam menghidupkan geliat perekonomian dari Kabupaten ini, kerja keras jajaran eksekutif maupun legislatif serta upaya dan usaha semua lapisan masyarakat dan steakholder di Kabupaten Barito Timur itu sedikit demi sedikit mulai dilirik pihak investor, hal ini dapat kita lihat dari banyaknya menjamur dan membukanya berbagai anak perusahaan  badan usaha yang saat ini di Barito Timur, baik yang bergerak di bidang pertambangan maupun perkebunan. Seharusnya menjamurnya berbagai macam badan usaha ini dapat membantu roda perekonomian yang ada di Kabupaten Barito Timur serta menggerakkan pembangunan berbagai infrastrukturnya, serta memperbaiki taraf hidup masyarakatnya.
Namun justru hari ini ada banyak kebingungan dan pertanyaan yang terbersit dan melanda masyarakat Barito Timur kenapa demikian?hal ini karena sejauh ini belum ada implikasi nyata kehadiran berbagai macam badan usaha di bumi jari janang kalalawah ini, dari sisi taraf hidup masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai penyadap karet justru menyudutkan mereka, badan usaha bersama pemerintah belum mampu menghadirkan win win solution bagi masyarakatnya, dan kalaupun ada penyerapan tenaga kerja oleh bermacam badan usaha itu hanya musiman saja yang tidak bersifat tetap ditambah lagi belum mampu memompa roda perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten ini. Justru yang ada hanya oknum yang mempunyai pengaruh di kabupaten ini yang taraf perekonomiannya bersama keluarga dan koleganya yang membaik, hal ini yang membuat banyak masyarakat  Barito Timur merasa semangat pemekaran yang di gembar gemborkan dahulu kala sudah terjadi ketidaksesuaian dan pengkhianatan para oleh pemangku jabatan dan amanat rakyat. Ditambah lagi berbagai macam situasi dan kondisi yang alih-alih memperbaiki perekonomian masyarakat Barito Timur tapi justru mendatangkan masalah bagi keberlanjutan kehidupan masyarakatnya, sebagai contoh nyata di bidang pertambangan ada banyak perusahaan yang melakukan pencemaran dibidang lingkungan hidup dalam kegiatan usahanya serta mengabaikan kepentingan hajat hidup orang banyak, adapun dibidang perkebunan ada banyak permasalahan terjadi tumpang tindih lahan, dibidang tenaga kerjanya  upah dan penghidupan yang sangat belum layak dan belum sesuai sebagaimana semangat dunia tenagakerja kita saat ini yang mengatakan “mari kita memanusiakan manusia para tenaga kerja kita”,  dan ditambah lagi dari jajaran eksekutif serta legislatifnya kurang mendapat perhatian, penanganan dan pengawasan yang ketat bahkan ada indikasi berbau pembiaran yang dilakukan, sehingga seolah-olah sudah terjadi perkawinan dan persekutuan antara pemangku kebijakan dan kaum pemodal di Kabupaten ini. Di tambah lagi hari ini mata pencarian masyarakat Barito Timur sebagai penyadap karet yang mengalami keanjlokan nilainya, yang membuat taraf pendapatan dan penghidupan masyarakatnya yang sangat morat marit.  
Namun masyarakat Barito Timur hari ini tidak pernah kehilangan keyakinan untuk tetap percaya dan menaruh harapan besar di tangan  pemerintahnya beserta pembuat regulasi untuk kedepannya membawa kemajuan yang bermuara pada kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Kepercayaan masyarakat Barito Timur selama ini sedikit demi sedikit sekarang coba dijawab jajaran pemangku kebijakan yang ada di Kabupaten bumi jari janang kalalawah ini, sebagai salah satu contoh kecil yang nyata akan hal tersebut adalah jika beberapa waktu yang dulu laporan keuangan Kabupaten Barito Timur selalu mendapat  status disclaimer sekarang naik dua (2) tingkat menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang mana artinya ada upaya perbaikan dibidang perekonomian Kabupaten ini, hal ini jelas membawa angin segar bagi masyarakat Barito Timur kedepannya, dan harapan masyarakat yang ditunggu-tunggu nantinya adalah akan ada realisasi pembangunan yang nyata bagi masyarakat Barito Timur yang bisa di nikmati guna kesejahteraan nantinya, baik itu infrastrukturnya, taraf hidup dan pendapatan masyarakatnya, dan faktor lainnya yang menjadi penunjang dan pendukung upaya reformasi kemajuan dan kesejahteraan di bumi jari janang kalalawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar